Minggu, 11 September 2011

Permintaan Maaf Darinya

"Dan yang menempati posisi kedua atau yang mendapatkan peringkat kedua yaitu........."
wali kelas ku menggantungkan pembicaraannya kemudian melihat ke sekeliling kelas sambil tersenyum. Aku pun gelisah, menanti siapa kah yang menempati posisi itu, nama aku sendiri pun belum dipanggil sama wali kelas ku.kemudian wali kelas ku pun melanjutkan pembicaraannya yang ditunda tadi,,
"yaituuuuu DINDA"
Aku serasa ga percaya, kalo aku yang dapet peringkat kedua, seneng banget. Aku memang ga terlalu spesial mungkin di hadapan teman-temanku dan juga ga terkenal di sekolah ku. Tapi dengan sedikit kemampuanku, aku berusaha ingin menghasilkan yang terbaik dan mempersembahkannya untuk orang-orang yang aku sayang terutama kedua orang tuaku.Meskipun aku tidak jadi orang yang pertama, tapi buatku ini semua sudah lebih dari pada cukup. Dan tentunya aku harus meningkatkannya lagi.

"Dinda, silahkan maju ke depan kelas"kata wali kelas.
Aku pun mengikuti perintah ibu wali kelas. Aku ke depan kelas untuk menerima buku raport ku. Kemudian wali kelas pun melanjutkan kembali buat mengumumkan juara kelas, kelas 1B ini.

"Dan juara kelas 1B ini adalah................"
ibu wali kelas pun kembali menggantungkan pembicaraannya. dan siapakah orang berutung itu,.....................
"JATNIKA,,selamat untuk jatnika dan silahkan untuk maju ke depan kelas"

Wah memang benar dugaanku, memang orang sombong itu lah yang menempati posisi pertama, tapi setidaknya aku hanya satu tingkat dibawah dia, dan ga ada alasan lagi buat dia meremehkan kemampuan aku. Karena yang aku tangkap selama ini, tatapan mata dia seolah-olah memandang rendah kepadaku.

Selesai membagikan buku raport semua siswa, ibu wali kelas pun meninggalkan kelas. Dan disaat aku lagi ngobrol dengan teman-temanku tiba-tiba ada yang menepuk pundaku seraya berkata
"Selamat yaa din, ternyata kamu memang hebat" 
"Oh iya makasih, kamu lebih hebat"balasku.
"Lho ko jawabnya ketus gitu sih din, ada yang salah denganku"tanyanya
"Ohh mungkin, tapi sepertinya kamu memang selalu merasa paling benar"jawabku semakin ketus
"Aneh banget sihh, aku ngucapin selamat sama kamu ko jawaban kamu gitu. Apa aku punya salah, kalo memang aku punya salah aku minta maaf"dia meminta maaf dengan tulus sambil tersenyum. Aku bisa melihat ketulusannya dari tatapan matanya. Dan aku pun berusaha tersenyum dan menerima permintaan maaf darinya
"Mungkin selama ini kamu ga sadar dengan sikapmu sama aku kayak gimana, selama ini sepertinya aku dianggap ga ada di kelas ini sama kamu. Bahkan disaat aku mau pinjam buku kamu pun, kamu ga pernah mengijinkannya. Tapi ya udah lah yaa,,semuanya udah berlalu. Aku juga minta maaf kalo sikap aku juga kayak tadi ke kamu"

Akhirnya kita saling berjabat tangan. Dan semenjak itu kita pun mulai dekat dan semakin dekat.

Dia yang Sombong

Setelah seminggu kemarin aku mengikuti Masa Orientasi Peserta Didik, akhirnya aku resmi menjadi siswa sekolah baru ku ini. Sebuah Kelas juga layaknya sebuah organisasi yang memiliki struktur organisasi, dan struktur organisasi di kelas ku pun sudah di bentuk di masa MOPD kemarin. Ketua kelas 1 B kelas yang aku tempati sekarang adalah Jatnika. Dia adalah siswa terbaik kedua NEM nya pada saat masuk sekolah ini. Sedikit tentang dia, orangnya sedikit angkuh dan juga agak sombong. Tapi dia lah yang akhirnya ada di hari-hari ku, di pikiranku, di hatiku.

Awalnya di perjalanan menuju sekolah kami pun bertemu, kebetulan pagi itu hujan, dia pun meminta tolong untuk membawakan struktur organisasi kelas kita, aku membawa payung sedangkan dia tidak. 

"Hey kamu, kita sekelas kan"dia sedikit berteriak karena hujan cukup deras.
"eh kamu, iya kita sekelas, lagi apa kamu disini,ga bawa payung??"tanyaku
"Lagi berteduh, aku ga bawa payung, aku titip ini aja yaa"pinta dia
"Apaan ni??"tanyaku lagi
"Itu struktur organisasi kelas kita, takut basah kalo aku yang bawa, kamu kan pake payung jadi sedikit terlindungi lah,,nanti langsung kamu serahkan ke Tria aja yaa."jelas dia
"Ok deh..Aku duluan yaa"

Aku pun pergi meninggalkan dia yang masih berteduh di rumah orang. Sesampainya di kelas aku pun langsung menyerahkan yang jatnika titipkan ke tria. 

"Eh tri,,ada titipan nihh dari Jatnika"kataku sambil menyerahkan kertas karton itu
"Apaan nii??"tanya dia sambil menerima dan kemudian membukanya. "Owh ini toh, makasih yaa din"
"Iya sama2"

Jatnika sampai ke sekolah bertepatan dengan bel tanda masuk berbunyi. Dia basah kuyup. Aku pun belum sempet bicara lagi dengannya untuk menyampaikan kalo aku udah ngasih titipan dari dia buat Tria. Masih ada waktu istirahat pikirku.

Akhirnya bel istirahat pun berbunyi. Aku pun langsung menghampiri meja nya jatnika.
"Eh jat, udah aku kasih ke tria yaa titipannya"
"titipan apa yaa??"kata dia sambil mengerutkan keningnya.
"Itu yang tadi pagi masa kamu lupa sihh??"jawabku rada sedikit ketus
"Ohh itu, iya tadi Tria juga udah bilang ko, jadi ga usah repot-repot jalan kesini cuma buat bilang gitu doank"jawab dia.

Tanpa ngomong apa-apa lagi aku pun langsung pergi meninggalkan tempatnya Jatnika. Sombong banget pikirku, ga ada ucaan terima kasih sama sekali dari dia. Kesel banget rasanya punya temen sekelas se-jutek dan se-sombong itu. Aku memang bangga dengan kepintarannya tapi aku ga suka dengan kesombongannya.

Kegiatan belajar mengajar di hari itu pun akhirnya selesai juga. 
Dan hari-hariku selanjutnya di sekolah berjalan datar, biasa tak ada yang spesial. Sampai akhirnya................ 

bersambung ke part selanjutnya

Sabtu, 10 September 2011

MOPD

Bulan Juli 2001, Aku mulai menanggalkan seragam putih merah ku, dan mulai memakai seragam putih biru. Pagi itu ibu sibuk menyiapkan berkas untuk daftar ulang masuk sekolah baruku. Aku pun mulai bersiap-siap untuk ikut daftar ulang bersama ibu.
"dinda,,kamu sudah siap nak??"teriak ibu dari ruang depan..
"iya bu,,aku udah sudah siap"jawabku..
Berangkat lah aku dengan ibu ke sekolah baruku. sesampainya disana ternyata banyak juga yang mau daftar ulang, karena proses daftar ulang dilaksanakan 1 hari. Setelah ibu selesai menyerahkan berkas kami pun langsung pulang.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Hari pertama Masa Orientasi Peserta Didik (MOPD) tidak ada yang spesial menurutku, mendengarkan materi dari pemateri tentang wawasan wiyatamandala, hiburan dan permainan dari kakak-kakak pengurus OSIS serta kegiatan pengenalan diri. Hanya kegiatan yang terakhir yang membuat ku tertarik, karena aku bisa mendapat banyak teman baru dan mengenal nama-nama mereka. Ada beberapa orang yang sudah aku kenal dikelas baruku ini karena memang mereka dulu satu sekolah dengan ku, dan ada beberapa lagi yang aku kenal karena dulu sering ikut kegiatan sekolah gabungan.
"Silahkan de maju, giliranmu memperkenalkan diri"
Aku pun langsung maju ke depan kelas dan langsung memperkenalkan diri.
"Assalamu'alaikum. Perkenalkan nama saya Dinda Lestari, panggil saja dinda, saya berasal dari SDN 1 C*****G. Terima Kasih. Wassalamu'alaikum"

Selesai memperkenalkan diri aku pun kembali ke tempat duduk ku. Setelah aku memperkenalan diri kini giliran teman sebangku ku yang memperkenalkan diri. Teman sebangku ku ini bernama Wina, semasa SD dia siswa Ayahku, jadi aku kenal cukup dekat dengannya, sampai akhirnya aku memutuskan buat duduk sebangku dengannya.

Akhirnya bel tanda waktunya pulang pun berbunyi, aku pun pulang bersama yang lain. Aku berangkat ke Sekolah menggunakan sepeda, tapi sepedanya aku simpan di tempat yang lumayan jauh dari Sekolah, jadi kalau mau pulang aku harus berjalan dulu kurang lebih 500m untuk mengambil sepeda, kemudian melanjutkan perjalanan ke rumah dengan mengendarai sepeda.

Sesampainya d rumah, ibu sudah menyiapkan makanan untukku, karena aku memang jarang jajan d sekolah. Selepas ganti baju, aku pun langsung menuju tempat makan. Selama aku makan ibu menemaniku dan menanyakan banyak hal tentang kegiatan ku hari ini.

"Bagaimana nak, kegiatanmu hari ini?"tanya ibu..
"Jenuh ahh bu, cuma gitu-gitu aja, materi yang bikin ngantuk, permainan yang ga seru"jawabku lemes.
"Lho ko gitu sihh, jangan ngeluh gitu donk sayang, udah pada kenal dengan temen barunya??" tanya ibu lagi..
"yaa abisnya materinya bikin ngantuk.hhee..Udah pada tau namanya bu, yang kenal baru sebagian. Oh iya bu, masih ingat murid ayah yang namanya Wina,,dia sekelas sama aku dan duduk sebangku denganku" Ceritaku dengan semangatnya.
"Oh tentu ibu ingat. Ibunya kan Ibu juga tau, kakaknya wina itu temennya tantemu waktu SMP"jelas ibu.
"Oooo temennya tante toh kakaknya wina itu"
Kami pun terus ngobrol sampe ga terasa makanan yang tadi di piring sudah habis.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Ibu,,ibu besok aku ada kegiatan Olahraga di sekolah" teriaku sesampainya di rumah.
"Iya nak, ayo buka dulu sepatunya, ganti baju terus makan, jangan teriak-teriak di luar gitu ah"
"hehe. iya siap boss"aku pun segera mengganti seragam sekolah ku.

Dan seperti biasa ibu selalu menemaniku makan sambil mencoba menanyakan bagaimana kegiatan di sekolah ku hari ini.
"Gimana kegiatan hari ini?"tanya ibu
"masih sama lah bu, monoton"jawabku sambil ngunyah.
"ah kamu ini, selalu itu jawabannya, owh iya besok kegiatan olahraganya dimana?"tanya ibu lagi.
"katanya di deket pantai bu, tempat pacuan kuda itu lho bu, ada tes lari bu"terang ku kepada ibu.
"Owh gitu. Kalo begitu ibu mau nyari gula aren dulu ya, biar besok kamu kuat"
""OK sip bu"

Begitulah ibu, dia begitu perhatian sama anak-anaknya. Aku ga pernah banyak cerita sama ibu kalo ibu ga nanya duluan. Ga banyak hal-hal pribadi ku yang aku cerita kan sama ibu. Aku selalu berusaha memendamnya.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Keesokan harinya seperti biasa ibu sudah menyiapkan sarapan. Tapi aku makan sedikit sekali hari itu.
"Ko makannya dikit??" ibu heran melihatku makan cuma sedikit, maklum biasanya rakus.
"Iya bu, kan mau lari takut sakit tar perutnya pas lari, kan ibu udah nyiapin air gula aren juga, tar aku minum itu dulu deh sebelum lari biar kuat..hhee"jawabku sambil berlalu pergi buat memakai sepatu.
Setelah beres memakai sepatu aku pun pamit sama ayah dan ibu.

Kegiatan hari ini memang full olahraga. mulai dari sit up, push up sampai akhirnya lari. Alhamdulillah aku ga tepar. biasanya kalo kecapean bisa langsung tepar. Kegiatan ini cukup menyenangkan dan alhamdulillah dapet banyak kenalan temen baru dari kelas lain. Selesai semua kegiatan aku langsung pulang.Sesampainya di rumah pun langsung menuju ke kamar dan tiduuur.