Setelah seminggu kemarin aku mengikuti Masa Orientasi Peserta Didik, akhirnya aku resmi menjadi siswa sekolah baru ku ini. Sebuah Kelas juga layaknya sebuah organisasi yang memiliki struktur organisasi, dan struktur organisasi di kelas ku pun sudah di bentuk di masa MOPD kemarin. Ketua kelas 1 B kelas yang aku tempati sekarang adalah Jatnika. Dia adalah siswa terbaik kedua NEM nya pada saat masuk sekolah ini. Sedikit tentang dia, orangnya sedikit angkuh dan juga agak sombong. Tapi dia lah yang akhirnya ada di hari-hari ku, di pikiranku, di hatiku.
Awalnya di perjalanan menuju sekolah kami pun bertemu, kebetulan pagi itu hujan, dia pun meminta tolong untuk membawakan struktur organisasi kelas kita, aku membawa payung sedangkan dia tidak.
"Hey kamu, kita sekelas kan"dia sedikit berteriak karena hujan cukup deras.
"eh kamu, iya kita sekelas, lagi apa kamu disini,ga bawa payung??"tanyaku
"Lagi berteduh, aku ga bawa payung, aku titip ini aja yaa"pinta dia
"Apaan ni??"tanyaku lagi
"Itu struktur organisasi kelas kita, takut basah kalo aku yang bawa, kamu kan pake payung jadi sedikit terlindungi lah,,nanti langsung kamu serahkan ke Tria aja yaa."jelas dia
"Ok deh..Aku duluan yaa"
Aku pun pergi meninggalkan dia yang masih berteduh di rumah orang. Sesampainya di kelas aku pun langsung menyerahkan yang jatnika titipkan ke tria.
"Eh tri,,ada titipan nihh dari Jatnika"kataku sambil menyerahkan kertas karton itu
"Apaan nii??"tanya dia sambil menerima dan kemudian membukanya. "Owh ini toh, makasih yaa din"
"Iya sama2"
Jatnika sampai ke sekolah bertepatan dengan bel tanda masuk berbunyi. Dia basah kuyup. Aku pun belum sempet bicara lagi dengannya untuk menyampaikan kalo aku udah ngasih titipan dari dia buat Tria. Masih ada waktu istirahat pikirku.
Akhirnya bel istirahat pun berbunyi. Aku pun langsung menghampiri meja nya jatnika.
"Eh jat, udah aku kasih ke tria yaa titipannya"
"titipan apa yaa??"kata dia sambil mengerutkan keningnya.
"Itu yang tadi pagi masa kamu lupa sihh??"jawabku rada sedikit ketus
"Ohh itu, iya tadi Tria juga udah bilang ko, jadi ga usah repot-repot jalan kesini cuma buat bilang gitu doank"jawab dia.
Tanpa ngomong apa-apa lagi aku pun langsung pergi meninggalkan tempatnya Jatnika. Sombong banget pikirku, ga ada ucaan terima kasih sama sekali dari dia. Kesel banget rasanya punya temen sekelas se-jutek dan se-sombong itu. Aku memang bangga dengan kepintarannya tapi aku ga suka dengan kesombongannya.
Kegiatan belajar mengajar di hari itu pun akhirnya selesai juga.
Dan hari-hariku selanjutnya di sekolah berjalan datar, biasa tak ada yang spesial. Sampai akhirnya................
bersambung ke part selanjutnya
0 komentar:
Posting Komentar