Sabtu, 29 Oktober 2011

Cinta tak harus memiliki Part I

Hari ini adalah hari pertama dinda sekolah di SMP. Dia diterima di kelas 1 B. Pagi2 sekali Dinda sudah sampai di Sekolah barunya itu. Sampai di kelasnya dia celingak-celinguk mencari orang yang mungkin ia kenal. Akhirnya dia melihat sosok yang sangat dia kenal, anak didik papa nya yang juga teman baiknya Dinda.

"He Win,,kelas ini juga??"tanya Dinda sambil menyalami orang yang baru saja dia temui.

"Iya Din,,aku kelas ini,,kamu juga kah??"Wina balik bertanya.

"Iya Win,,udah punya partner duduk??kalo belum bareng aja yuk.."Ajak Dinda

"Ok,,yuk kita bareng aja,,kebetulan aku belum ada partner duduk nii"

Mereka berdua pun mencari tempat duduk yang pas,,akhirnya mereka berdua memutuskun buat duduk di bangku kedua dari depan dan di bagian paling kiri. 

 

Bel tanda upacara sudah berbunyi, Dinda dan Wina bergegas menuju lapangan. Sedang khidmat-khidmatnya dinda mendengarkan sambutan dari inspektur upacara, konsentrasinya sedikit buyar karena melihat sosok yang sepertinya sangat familiar buat dinda.

"Sepertinya aku kenal orang itu dehh"gumam dinda.

"kenapa din,,kamu ngomong apa barusan"tanya wina penasaran.

"owh ga,,ga apa-apa win,,aku cuma ngerasa kenal orang itu, dia sekelas sama kita juga kah?"dinda menunjuk salah satu siswa yang ada di barisan depan..

"dia emang sekelas sama kita din,,jadi kamu pasti tau,,dulunya dia dari SD 4,,anak didiknya papa nya Ratih,,mungkin kamu pernah liat kalo kita lagi latihan sama papa nya ratih" jelas wina.

"owh,,iya,,iya aku ingat win,,dulu aku pernah ngeliat dia di tempat les b.inggris" Akhirnya dinda bisa mengingatnya.

 

Akhirnya upacara pun selesai, semua siswa masuk kelas masing-masing. Hari ini sampai seminggu ke depan dinda harus mengikuti acara MASA ORIENTASI PESERTA DIDIK (MOPD). Dinda sedikit merasa bosan, karena kegiatannya sangat monoton.

 

Seminggu berlalu, dan acara MOPD pun telah selesai. Dinda mulai disibukan dengan tugas-tugas yang diberikan oleh guru - gurunya. Setiap hari Dinda selalu penasaran dengan Jemi orang yang waktu upacara pertama dulu dia bicarakan dengan Wina. Cuma Jemi yang belum terlalu dekat dengan Dinda, bahkan mungkin mereka belum pernah ngobrol sekalipun, bertegur sapa pun belum pernah, padahal itu sudah hampir satu caturwulan Dinda belajar di Sekolah. Dinda merasa kalo Jemi itu orangnya terlalu sombong, sampai akhirnya Dinda selalu mengurungkan niatnya, disaat dia mau menegur Jemi. 

 

Satu Caturwulan berlalu, dan ujian pun telah selesai dilaksanakan. Hari ini adalah hari pembagian buku raport siswa. Dinda sangat tegang sekali menunggu wali kelasnya membagikan buku raport itu, dia takut nilai-nilainya tidak memuaskan. Dia ga bisa tenang, sampai akhirnya Wina teman sebangkunya menegur Dinda.

"Kenapa sih din, gelisah gitu, tenang aja kali say"Wina menegur sekaligus menenangkan Dinda.

"Aku takut win, takut nilainya jelek, tar orang tua aku kecewa lagi sama aku"Dinda masih dalam keadaan tegang pada saat itu.

"Aku yakin kamu pasti mendapatkan yang terbaik Din, selama ini kamu sudah belajar dengan rajin, prestasi harianmu pun bagus" Wina meyakinkan Dinda.
Tapi, dinda masih tegang, sampai akhirnya wali kelasnya angkat bicara dan mengumumkan siapa saja yang mendapatkan prestasi terbaik.

"Baiklah anak-anak, ibu lihat kalian sudah tegang yaa..Langsung saja, untuk peringkat kedua di kelas ini adalah........................Dinda dan untuk peringkat pertamanya yaitu................................Jemi" 

Seisi kelas pun bertepuk tangan. Kemudian wali kelas melanjutkan pembicaraannya 

"Selamat untuk kalian berdua,karena sudah mendapatkan prestasi yang bagus. Untuk peringkat 3 sampai 10 tidak akan ibu sebutkan, silahkan lihat sendiri nanti di raport masing-masing. Dan untuk yang tidak masuk 10 besar jangan berkecil hati, kalian masih punya kesempatan untuk memperbaiki semuanya. Ok selanjutnya ibu akan membagikan raport ini, jangan lupa sampaikan kepada orang tua kalian..Untuk yang pertama yaitu Jemi,,Dinda,,Wina,,bla,,bla,," Wali kelasnya pun membagikan semua raport anak walinya, setelah selesai ibu wali kelas keluar dari ruang kelas. 

 

Dinda ga nyangka ternyata dia bisa menempati posisi kedua dan Wina ada satu tingkat dibawah dia.

"Ya ampun win, aku ga nyangka banget bisa mendapatkan nilai terbaik meskipun ada diposisi kedua, alhamdulillah. kamu selamat ya Win, bisa dapet peringkat ketiga"

"Iya makasih din, selamat juga buat kamu yaa. Apa aku bilang, kamu ga usah khawatir,,kamu pasti bisa mendapatkan yang terbaik"

Sedang asyik-asyik ngobrol tiba-tiba ada yang nyamperin mereka berdua dan ngasih ucapan selamat kepada Dinda. 

"Selamat yaa din,kamu bisa mendapatkan nilai kedua terbaik. Tapi jangan harap bisa ngalahin aku yaa..hhee" Jemi menyalami dinda.

"Iya Jem sama2..hmmm..jangan sombong gitu deh. kirain dengan kamu nyalamin aku barusan aku bisa merubah pandangan aku sama kamu, ternyata ga,,kamu emang sombong ya" Dinda ga sadar kalau dia ceramah depan Jemi.

"Wah,,wah ternyata itu penilaian kamu ke aku selama ini. Pantas saja kamu ga pernah mau nyapa aku, dan kayaknya memang kamu satu-satunya orang di kelas ini yang ga pernah nyapa aku".

"Ya memang itu lah alasan ku ga mau nyapa kamu selama ini. Ya udah lah yaa,,ga penting juga aku ngomong panjang lebar sama orang sombong kayak kamu. Yuk ah win kita pulang aja. Gerah deket2 sama orang sombong" Dinda menarik tangan Wina.

"Eit tunggu sebentar donk,,ko jadi sewot gitu. Ok aku minta maaf, pertama kali ngobrol udah ngasih image yang jelek. hmmm kalo boleh aku mau liat raport kamu boleh??"tanya Jemi.

"Hmmmm...apa pentingnya sihh raport aku buat kamu, bukannya udah pasti nilai kamu tuh jauh lebih bagus daripada punya aku kan." Dinda masih sewot menanggapi Jemi.

"Penting banget buat aku Din,,liat donk temen-temen yang lain juga saling tukar kan buat lihat nilai masing-masing, kamu sama Wina juga tadi gitu kan, masa aku ga boleh lihat punya kamu."
Jemi masih menunggu Dinda yang masih mikir-mikir buat ngasihin raportnya ke Jemi atau ga. Dan akhirnya "Ok deh,,kita tukeran yaa,,aku juga mau liat punya kamu" Dinda ngasih raportnya ke Jemi, 

"Wah ada beberapa mata pelajaran yang harus berguru sama kamu nii" Jemi berdecak kagum begitu melihat nilai-nilai Dinda ada beberapa yang diatas nilainya.

"Kayaknya aku juga harus berguru sama kamu Jem"Dinda berkomentar sambil menyerahkan kembali Raport Jemi.

"Kalo begitu mulai caturwulan depan, kita saling bantu yaa.Jangan sungkan kalo butuh bantuan ngomong aja, janji deh ga akan sombong lagi" Jemi menyodorkan tangannya untuk salaman sambil tersenyum.

"Ok deh,,deal yaa" Dinda pun menyunggingkan senyuman manisnya.

bersambung ke PART II

0 komentar:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Posting Komentar